WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Semarak HUT ke-81 RI, Balai Ternak BAZNAS Mekarsari Gelar Domba Run 1K
Semarak HUT ke-81 RI, Balai Ternak BAZNAS Mekarsari Gelar Domba Run 1K
GRESIK – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung unik di lingkungan Balai Ternak BAZNAS Kelompok Mekarsari, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Para peternak menggelar Domba Run 1K, Jumat (21/8/2026), dengan melibatkan puluhan domba yang tampil dalam suasana penuh kemeriahan dan kreativitas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan yang digelar para peternak binaan BAZNAS. Tidak sekadar menjadi hiburan, Domba Run 1K menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, kekeluargaan, serta membangun semangat gotong royong di antara anggota kelompok ternak. Dalam pelaksanaannya, para peternak berlari bersama domba masing-masing menempuh jarak sekitar satu kilometer menyusuri kawasan permukiman. Uniknya, domba-domba peserta tidak tampil seperti biasanya. Sejumlah peternak memberikan sentuhan kreatif berupa kostum, topi, kacamata, bando, hingga berbagai aksesori bernuansa kemerdekaan. Kemeriahan semakin terasa ketika para peternak turut tampil dengan berbagai gaya unik. Kreativitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan kegiatan. Domba Run sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan aktivitas peternakan kepada masyarakat secara lebih dekat. Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik, Muhamad Mujib, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari para peternak Kelompok Mekarsari dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kelompok ternak binaan BAZNAS tidak hanya berkembang dari sisi usaha peternakan, tetapi juga mampu membangun kebersamaan dan kreativitas melalui kegiatan sosial kemasyarakatan. “Domba Run ini merupakan inisiatif para peternak. Kami dari BAZNAS memberikan dukungan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Selain untuk memperingati HUT ke-81 RI, kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antarpeternak,” ujar Muhamad Mujib. Ia menambahkan, keberadaan Kelompok Ternak Mekarsari diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi sentra pemberdayaan peternak, kawasan tersebut ke depan dapat dikembangkan sebagai lokasi edukasi peternakan terintegrasi, termasuk pengembangan usaha ternak dan produk turunannya. Domba Run 1K juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi peternakan domba di Kabupaten Gresik. Melalui kegiatan yang dikemas secara kreatif, masyarakat dapat melihat secara langsung proses pemberdayaan peternak sekaligus potensi ekonomi yang tumbuh dari sektor peternakan. Sebelumnya, rangkaian kegiatan kemerdekaan di lingkungan Balai Ternak BAZNAS Mekarsari juga diisi dengan berbagai perlombaan, antara lain kebersihan kandang, yel-yel kelompok, serta pemilihan peternak dan domba dengan penampilan paling unik. Aspek kebersihan dan kesehatan domba turut menjadi perhatian sebagai bagian dari edukasi penerapan pola pemeliharaan ternak yang baik. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para peternak dan masyarakat sekitar. Domba-domba yang tampil dengan berbagai aksesori menjadi tontonan menarik sekaligus menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang berbeda. Melalui Domba Run 1K, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui semangat kebersamaan, kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa geliat peternakan di tingkat kelompok dapat berjalan beriringan dengan aktivitas sosial masyarakat. Dari kandang ternak, tumbuh kebersamaan; dari pemberdayaan, lahir kemandirian; dan dari semangat kemerdekaan, hadir optimisme untuk terus mengembangkan potensi peternakan lokal Gresik.
24/08/2026 | Humas
Kotoran Kambing Disulap Jadi Pupuk Organik, Kadis Pertanian Gresik Apresiasi Balai Ternak Baznas Mekarsari
Kotoran Kambing Disulap Jadi Pupuk Organik, Kadis Pertanian Gresik Apresiasi Balai Ternak Baznas Mekarsari
BaznasGresik | Kotoran domba yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata mampu diubah menjadi sumber manfaat sekaligus bernilai ekonomi. Hal itu dikembangkan melalui program “Gresik Krawu Enak” (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan) yang digagas Dinas Pertanian Kabupaten Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik. Program tersebut menyasar Kelompok Ternak Binaan Mekarsari dengan mengintegrasikan usaha peternakan domba dan pertanian hortikultura. Limbah kotoran domba diolah menjadi pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di Kebun Percobaan Dinas Pertanian Gresik. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong zero waste agriculture, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi peternak dan petani. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Ir. Eko Anindito Putro, M.M.A., mengatakan peternak didorong tidak hanya mengandalkan keuntungan dari penjualan hewan ternak. Limbah yang dihasilkan juga harus dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. "Kami ingin para peternak tidak hanya berfokus pada penjualan hewan ternak, tetapi juga mampu mengolah limbahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sinergi pupuk kandang domba ini menjadi solusi nyata untuk memulihkan kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi pupuk bagi petani hortikultura kita," jelasnya. Dari Kotoran Domba Jadi Sayuran Dalam program tersebut, kotoran domba tidak langsung digunakan, tetapi terlebih dahulu melalui proses pengolahan dan fermentasi. Pupuk kandang yang telah siap kemudian diaplikasikan pada lahan hortikultura. Hasilnya terlihat dari sejumlah komoditas yang dikembangkan di kebun percobaan. Di antaranya kangkung, bayam, sawi, hingga okra yang tumbuh dengan baik. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Gresik, Drh. Viki, mengatakan kotoran domba memiliki kandungan unsur hara yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, proses pengolahan harus dilakukan dengan tepat agar pupuk yang dihasilkan aman bagi tanaman. "Melalui bidang peternakan, kami mendampingi Kelompok Mekarsari agar proses fermentasi kotoran domba berjalan sempurna sehingga tidak membakar tanaman. Hasilnya bisa kita lihat pada tanaman kangkung, bayam, sawi, hingga okra yang tumbuh sangat subur dan sehat," jelasnya. Konsep ini membuat aktivitas peternakan dan pertanian tidak berjalan sendiri-sendiri. Kotoran dari kandang menjadi bahan baku pupuk, sedangkan hasil pertanian dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok masyarakat. Baznas Dorong Mustahik Jadi Muzakki Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan zakat produktif melalui program Balai Ternak Baznas. Baznas Gresik memberikan dukungan permodalan dan sarana pendukung kepada kelompok ternak binaan. Sementara Dinas Pertanian memberikan fasilitas lahan percobaan sekaligus pendampingan teknis terkait peternakan dan agribisnis. Ketua Baznas Gresik, H. M. Mujib, mengatakan program pemberdayaan diarahkan agar penerima manfaat zakat tidak terus bergantung pada bantuan. Menurutnya, zakat produktif harus mampu menjadi instrumen untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. "Baznas Gresik hadir untuk memberikan dukungan permodalan serta sarana pendukung bagi Kelompok Ternak Mekarsari. Lewat payung program Balai Ternak Baznas, kami optimistis perpaduan wirausaha peternakan dan pertanian sayur organik ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan demi mengangkat perekonomian warga binaan," katanya. Konsep tersebut sejalan dengan tujuan pemberdayaan zakat, yakni mendorong mustahik (penerima zakat) berkembang menjadi muzakki (pemberi zakat). Dengan memanfaatkan limbah peternakan menjadi pupuk dan mengembangkan pertanian hortikultura, Kelompok Ternak Mekarsari tidak hanya mendapatkan manfaat dari usaha ternak, tetapi juga memiliki sumber ekonomi tambahan. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. Dari kandang domba, kotoran diolah menjadi pupuk, kemudian digunakan untuk menghasilkan sayuran yang memiliki nilai jual. Satu aktivitas ekonomi pun menciptakan rantai manfaat: ternak menghasilkan limbah, limbah menjadi pupuk, pupuk menyuburkan tanaman, dan hasil pertanian kembali menjadi sumber pendapatan masyarakat.
12/08/2026 | Humas
Ketua Baznas RI Puji Balai Ternak Gresik, Ada Tradisi Infaq 3 Kambing dari Peternak
Ketua Baznas RI Puji Balai Ternak Gresik, Ada Tradisi Infaq 3 Kambing dari Peternak
BaznasGresik | Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Dr. Ir. H. Sodiq Mudjahid, M.Sc., mengapresiasi perkembangan Balai Ternak BAZNAS di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Selain berhasil mengembangkan ekonomi para peternak binaan, program tersebut dinilai telah menumbuhkan kepedulian sosial melalui tradisi infaq ternak. Hal itu disampaikan Sodiq Mudjahid saat melakukan kunjungan ke Balai Ternak BAZNAS Gresik dan bertemu langsung dengan 38 peternak kambing binaan, Sabtu (8/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS RI mendapat laporan bahwa para peternak binaan tidak hanya mampu mengembangkan usaha peternakan, tetapi juga mulai berbagi kepada masyarakat lain. Salah satu bentuk kepedulian tersebut dilakukan melalui infaq kambing. Setiap peternak binaan diinformasikan menginfaqkan tiga ekor kambing untuk kemudian digulirkan kepada mustahik baru. Dari gerakan tersebut, saat ini telah terkumpul 57 ekor kambing hasil infaq para peternak binaan. Sodiq Mudjahid,.mengaku bangga melihat perkembangan tersebut. Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan zakat tidak hanya diukur dari meningkatnya kesejahteraan penerima manfaat, tetapi juga ketika penerima manfaat mulai memiliki kepedulian dan mampu membantu orang lain. "Saya sangat mengapresiasi dan sangat bangga sekali melihat perkembangan Balai Ternak yang ada di Kabupaten Gresik," ujarnya, Selasa (11/8/2026). Ia menilai pendampingan yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Gresik telah memberikan dampak positif. Para peternak tidak sekadar menjaga dan mengembangkan ternaknya, tetapi juga mulai memiliki rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama. "Akan tetapi yang lebih membanggakan adalah peternak ini sudah tumbuh rasa syukur dan kepedulian kepada sesama dengan berinfaq satu mustahik tiga kambing. Ini sungguh sangat luar biasa, sehingga manfaat ini terus bergulir memberikan dampak ke masyarakat yang lain," jelasnya. Sodiq berharap semangat berbagi tersebut terus ditingkatkan sehingga program pemberdayaan melalui zakat dapat menciptakan efek berantai di tengah masyarakat. Balai Ternak Dikembangkan Jadi Eduwisata Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik, H. Muhamad Mujib, M.Pd.I., mengatakan Balai Ternak BAZNAS di Desa Kembangan menunjukkan perkembangan yang positif. Tidak hanya fokus pada pengembangan ternak kambing, pihaknya mulai melakukan sejumlah inovasi agar keberadaan balai ternak memiliki manfaat ekonomi yang lebih luas. "Kami sudah berinovasi untuk mengembangkan menjadi Eduwisata Balai Ternak," ucapnya. Selain itu, BAZNAS Gresik bersama peternak binaan juga mengembangkan sejumlah produk turunan, seperti daging domba frozen, layanan aqiqah dan pupuk kandang. Untuk pengembangan pupuk kandang, saat ini BAZNAS juga mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Mujib menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memberikan dukungan terhadap sejumlah program pemberdayaan di Gresik. Selain Balai Ternak, terdapat pula program ZMart, ZAuto, BMM dan BMD. "Manfaatnya sangat luar biasa. Terima kasih atas sinergi program yang sangat bermanfaat ini. Semoga ke depan sinergi ini terus bisa terjalin dengan baik untuk warga masyarakat Gresik yang membutuhkan kehadiran BAZNAS," ujarnya. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohamad Ghofirin, M.Pd., beserta jajaran, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi H. Syarifudin, S.Ag., ME., serta Deputi II BAZNAS RI Dr. H. Imdadun, M.Si. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Ir. Eko Anindito Putro, M.M.A., didampingi Kepala Bidang Peternakan drh. Viki Mustofa, M.Si. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan program pemberdayaan BAZNAS di Gresik. Lebih dari sekadar mengembangkan usaha, keberadaan Balai Ternak kini mendorong penerima manfaat untuk tumbuh mandiri sekaligus ikut membuka jalan bagi mustahik lainnya mendapatkan manfaat serupa.
12/08/2026 | Humas

BAZNAS TV